Minuman Hangat Musim Hujan Khas Jogja

Musim penghujan telah tiba, buat para traveller yang sedang berada di jogja dengan ditemani hari-hari yang hujan bisa untuk sejenak menghangatkan badan dengan beberapa minuman khas Yogyakarta. minuman hangat atau wedang memang paling mengerti kebutuhan badan di kala hujan tiba. Untuk Traveller yang berada di Jogja, jangan lupakan minuman khas Jogja yang siap menghangatkan badan dan suasana. Berikut minuman khas Yogyakarta yang Cocok untuk anda nikmati kala hujan sedang mengguyur:

  1. Wedang Ronde

Minuman yang telah kondang ini cocok untuk dinikmati kala hujan tiba yaitu Wedang Ronde. Minuman ini akan terasa lebih nikmat terutama ketika udara sedang dingin dan sepi, hangatnya wedang ronde pas banget untuk menemani suasana. Hangatnya air jahe dengan isian kacang tanah, kolang-kaling, sagu mutiara hingga roti tawar, menyatu dengan tepat dan hangat di mulut. Para traveller bisa menjumpai banyak gerobak yang menjajakan wedang ronde di sekitaran Jogja, terutama di malam hari.

 

  1. Wedang Tahu (Kembang Tahu)

Pernah bayangin tahu dijadikan minuman hangat?. Sebenarnya wedang tahu ini terbuat dari Sari kedelai atau susu kedelai tawar, yang dibuat memadat seperti tahu putih, namun lebih lembut dan rapuh. ‘Tahu’ ini kemudian diambil dengan cara disendokkan ke dalam mangkok saji, lalu disiram dengan air rebusan jahe bersama gula merah dan pandan. Minuman hangat ini pas banget untuk dinikmati ketika cuaca hujan dan dingin. Para  Traveller bisa menemui minuman ini di sekitaran Tugu Yogyakarta hingga area jalan Kranggan.

 

  1. Wedang Jahe

Minuman yang paling populer ini bisa traveller temui di setiap warung Angkringan di seluruh yogyakarta. Minuman yang manis dan rasa pedas khas jahe ini memang nikmat sekali kita nikmati ketika hawa dingin merasuki badan, minuman tradisional ini bisa disajikan hangat dan panas. Meskipun hanya air jahe minuman hangat inilah yang paling sering dicari untuk menghangatkan badan saat kondisi kurang sehat atau saat cuaca dingin ketika hujan.

 

  1. Sekoteng

Minuman yang hampir mirip dengan Wedang Ronde ini, banyak dijajakan di sekitar Yogyakarta, terutama di malam hari. Bedanya Sekoteng ini terbuat dari air rebusan jahe dengan tambahan kacang tanah, kacang hijau, pacar cina, potongan roti, dan kolang-kaling. Selain itu Yang membedakan wedang ronde dengan sekoteng adalah tambahan susu kental manis sehingga rasa sekoteng terasa lebih legit dan kental.

 

  1. Kopi Joss

Ini dia kopi paling legendaris di Jogja, kopi Joss! Kopi hitam yang panasnya terjaga dengan memasukkan sebongkah arang yang masih menyala ke dalam gelas yang telah terisi kopi. Rasa kopi yang pahit jadi makin khas dan mantap hangatnya dengan bantuan arang.

  1. Bajigur

Minuman yang berbahan dasar jahe. Ditambahkan gula aren, santan, garam,  daun pandan, dan bubuk vanili membuat minuman tradisional ini makin sedap. Bagi traveller yang ingin menjajal hangatnya minuman ini bisa datang ke warung Bude Warsi. Terletak di Jalan Alun-alun Utara No 1, Kadipaten, Kraton, warung ini selalu dipenuhi warga Yogyakarta maupun para wisatawan yang ingin merasakan hangatnya segelas wedang Bajigur.

 

  1. Wedang Uwuh

Wedang uwuh yang memiliki kekhasan berupa Warnanya yang agak kemerahan yang didapat dari kayu secang. Selain itu terdiri dari pala, cengkeh, jahe, secang, dan kayu manis. nikmat banget kalau sudah meminumnya. Cobain, deh kalu kamu sedang berkunjung ke Jogja.

 

  1. Wedang kraton

Begitulah sebutannya, merupakan minuman tradisional jenis wedang uwuh. Yang membedakannya hanyalah jahe yang digunakan adalah jahe kering, Rasa jahenya pun tak kalah, mampu ‘menusuk’ leher dan memberikan kehangatan badan ketika dinikmati. Di samping jahe, tambahan rempah-rempahnya juga menyehatkan, seperti cengkih, daun cengkih, daun pala, kayu secang, kayu manis, kapulaga.

 

  1. Kopi Klotok

Minuman khas satu ini dapat dengan mudah  kita jumpai terutama di daerah Yogyakarta dan Jawa Tengah. Sebenarnya kopi ini sama saja dengan kopi lain pada umumnya, hanya saja proses pembuatannya yang berbeda, proses inilah yang membuat rasa kopi klotok ini mempunyai rasa yang khas dan nikmat.

Wisata Petik Buah Lereng Merapi

Menghindar sejenak dari hiruk pikuk perkotaan, para traveller bisa sejenak merasakan suasana sejuk dan asri dengan pemandangan indah di Wisata Petik Buah Lereng Merapi. Apalagi para traveller bisa mengexplore lingkungan sekitar gunung merapi lebih dalam lagi. Salah satunya dengan  melakukan Wisata Petik Buah yang akhir-akhir ini sedang ramai diperbincangkan. Di kawasan lereng Gunung Merapi sendiri terdapat beberpa tempat Wisata Petik Buah. Berikut tempat wisata petik buah yang recomended untuk kita kunjungi.

  1. Desa wisata Pulesari

Desa Wisata Pulesari

Desa Wisata Pulesari  yang terletak kurang lebih 12 KM dari puncak merapi  ini adalah salah satu Desa Wisata yang sedang bangkit dari keterpurukan akibat erupsi Merapi 2010 silam. Dengan anugerah hawa sejuk khas pegunungan yang menyelimuti desa ini dan aliran sungai bedog. Melintas di sisi timur dan barat desa menjadikan tempat ini cocok untuk ditanami pohon buah. Salah satu pohon buah yang banyak dibudidayakan di tempat ini adalah pohon salak.

Pengunjung yang datang di tempat ini tempat ini bisa menikmati wisata agro kebun salak, jelajah alam, konservasi alam, atraksi kesenian tradisional, hingga outbound. Selain itu juga ada Pasar Kebon. Di pasar ini pengunjung diajari membatik, merajut tas, dan ada sentra jual batik khas Sleman, aneka olahan dari buah salak, serta kerajinan tangan lainnya.

 

  1. Wisata petik strawbery Agrowisata Banyuroto

Letak Agrowisata in gak jauh-jauh amat dari gardu Pandang Ketep Pass. Cukup dengan berkendara 10 menit menuju ke arah Boyolali, kebun buah Starwberry sudah nampak terhampar di sepanjang jalan, para pengunjung tinggal memilih, kebun mana yang diinginkan.  Tanaman Strawbery di desa Banyuroto ini tumbuh subur  di atas lahan yang membentang luas sejauh mata memandang. Sebelum masuk ke area kebun buah para Pengunjung meminjam keranjang kecil untuk membawa hasil panen buah strawbery yang telah dipetik.

Di dalam kawasan kebun strawbery terdapat beberapa gubug kecil sebagai tempat menjual strawberry. Namun tidak semua gubuk buka setiap hari, sedangkan pada hari libur dapat dipastikan banyak yang membuka gubuk tersebut. Di Agrowisata inilah kita dapat memilih dan memetik buah strawberry langsung dari pohonnya.