Hutan Pinus Puncak Becici yang Alami

Mencari Udara Segar di Hutan Pinus Puncak Becici yang Alami ini salah satu destinasi yang diminati oleh para wisatawan. Yogyakarta memiliki wisata alam yang berbagai macam untuk dikunjungi, dari pantai, gunung dan Hutan. Lokasi Hutan Pinus yang satu ini merupakan destinasi yang menarik karena spot-spot foto yang bikin menarik mata. Hutan Pinus ini seluas sekitar kurang lebih 4 hektar. Hutan Pinus ini masih dalam satu blok lokasi dengan Mangunan terdiri dari tujuh blok dan masih diolah oleh masyarakat sekitar.

Waktu yang Tepat

Waktu yang Tepat di Hutan Pinus ini kita dapat menemukan panorama sunset di sore hari. Apabila ingin mencari udara segar dan kabut sebaiknya di pagi hari. Tidak menutup kemungkinan untuk pengunjung tempat wisata ini bisa mencapai ratusan setiap harinya. Karena wisata ini diolah oleh warga sekitar, hal ini dapat mengubah dan membantu memajukan perekonomian warga sekitar. Karena untuk pengunjung hanya dibanderol untuk parkir saja senilai Rp.2000 rupian cukup murah bukan?

Tidak perlu khawatir tempat wisata ini sudah dilengkapi dengan fasilitas umum seperti mushola dan toilet. Karena Hutan ini cukup luas para wisatawan tak perlu khawatir untuk tidak kebagian spot foto disana. Apalagi saat ini spot-spot foto masih terus ditambah mengingat pengunjung yang bisa dibilang meningkat. Untuk keamanan sendiri pastinya anda sendiri yang harus waspada dengan barang bawaan anda. Terutama saat libur atau long weekend pasti akan banyak bertemu pengunjung lain dari berbagai kota maka dari itu diperlukan kewaspadaan terhadap barang bawaan masing-masing.

Mencari Udara Segar Hutan Pinus Puncak Becici sangat bisa menghilangkan penat di otak setelah bekerja atau dari kehidupan hiruk pikuk kota. Tidak perlu khawatir karena kalau hanya ingin mencari udara segar dan spot foto, tempat ini pasti akan sesuai dengan ekspetasi. Akan lebih baik jika mengunjungi tempat ini disaat pagi hari. Perlu diketahui untuk menuju lokasi wisata ini membutuhkan perjalanan kurang lebih satu jam dari kota jogja, karena tempat wisata ini termasuk si timur kota jogja.

https://id.wikipedia.org/wiki/Pegunungan_Baturagung

Kali Oyo menjadi Penantang Adrenalin

Kali Oyo menjadi Penantang Adrenalin, memang sangat perlu dicoba untuk para traveler pecinta alam super duper sejati alami. Siapa sih yang tidak kenal dengan kota Yogyakarta. Banyak yang tertarik dengan kota ini karena Wisata dan Kota Pendidikannya. Wisata di Jogja tidak hanya terkenal dengan Hutan Pinus dan Tebing Breksi. Karena banyak tempat-tempat wisata yang belum di ketahui dan ter-ekspose di media sosial maupun di kalangan masyarakat luar Jogja. Salah satu Pesona Wisata Yogyakarta sangat menarik mata untuk para traveller di seluruh Indonesia yaitu River Tubing di Kali Oyo salah satu destinasi wisata di Yogyakarta yang tak kalah serunya dengan wisata di tempat lain.

Bagi traveler yang suka dan ingin menantang adrenalinnya wajib mencoba River Tubing di Kali Oyo ini, karena medannya cukup berkelok-kelok. Selain itu pemandangan indah di Kali Oyo sangat indah dan alami. Berbicara tentang almi sungai ini airnya bewarna sangat canti ketika musim kemarau, jadi sangat disarankan untuk mengungjungi tempat wisata ini di musim kemarau. Bebatuan yang tebentuk oleh alam sangat artistik dan bagus untuk kita mengambil gambar di sana. Benar-benar Kali Oyo menjadi Penantang Adrenalin bukan?

Biaya Masuk

Biaya masuk untuk bisa wisatawan lokal kalian harus merogoh kocek yang lumayan terjangkau untuk kalangan tertentu seperti mahasiswa atau wirausaha di Indonesia hanya akan membayar uang sebesar RP 45.000 – Rp. 50.000 sudah termasuk ban, pelampung dan guide untuk menyusuri Kali Oyo. Pastinya sudah cukup murah dan memuasakan untuk River Tubing di Kali Oyo dengan biaya tersebut.

Lokasi Kali Oya sendiri berada di Gunung Kidul, apabila melakukan perjalanan dari kota Jogja membutuhkan waktu kurang lebih satu jam untuk sampai disana dengan menggunakan kendaraan bermortor. Perjalanan ini akan terbayar karena lokasi River Tubing di Kali Oya sanagt sesuai ekspetasi saya. Selain itu lokasinya berdekatan dan searah jalannya dengan tempat wisata lain yaitu Goa Pindul dan pantai-pantai di Gunung Kidul.

Kali Oyo memang menjadi Penantang Adrenalin, tidak akan mengecewakan karena keseruannya sesuai ekspetasi anda.

Kota Yogyakarta menjadi Tuan Rumah

Kota Yogyakarta menjadi Tuan Rumah kegiatan Rutin Organisasi Pengusaha Rent Car Daerah (Asperda) di tahun 2018 ini. Pada Tanggal 15-17 Juli 2018 Asperda mengadakan Silaturahmi Nasional (SILATNAS) di kota Yogyakarta dengan berbagai kegiatan. Untuk memeriahkan serta merekatkan komunikasi antar pengusaha-pengusaha Rental Mobil di seluruh Indonesia. Cukup seru dan meriah kegiatan pada tahun ini selain kota Yogyakarta menjadi tuan rumah. Peserta yang mengikutio acara ini dihadiri oleh kurang lebih 50 orang dari berbagai perwakilan daerah se-Indonesia.  Oleh karena itu Jogja Tour Wisata merupakan bagian dari acara Silatnas pada tahun 2018 ini.

Kota Yogyakarta menjadi Tuan Rumah Asperda 2018 ini berlangsung selama dua hari dan di isi dengan berbagai macam acara. Hari Pertama di isi dengan acara utama yaitu Halal Bihalal. Halal Bihalal dilaksanakan di Hotel Neo Yogyakarta berlangsung dengan kondusif dan sesuai rencana.

Hari Kedua

Hari Kedua di isi dengan kegiatan outbound yang di isi dengan kegiatan River Tubing di Kali Oyo, Gunung Kidul, Yogyakarta. Outbound kali ini sangat melatih adrenalin para peserta yang mengikuti karena saat menyusuri Kali Oya pun sangat menantang. Kali Oyo salah satu tempat wisata yang tepat kare disini dapat sekaligus menikmati keindahan alam dan melatih adrenalin saat mencoba River Tubing.

Dari Kegiatan Asperda pada tahun ini sangat sesuai rencana berkat kekompakan dan dukungan dari anggota serta pihak yang terlibat didalamnya. Kota Yogyakarta sangat cocok untuk dijadikan tuan rumah berkumpulnya anggota Asperda se-Indonesia tetapi tidak menutup kemungkinan akan diladakan kegiatan oleh Asperda di kota-kota besar lainnya.

Dari kegiatan Asperda ini dapat menjalin silaturahmi antar pengusaha transportasi Rental Car khususnya dari berbagai daerah di Indonesia. Selain itu dapat meningkatkan kualitas dan mutu dari kualitas pengusaha. Karena pertemuan ini dapat bertukar pikiran (sharing)  antar pengusaha dari berbagai daerah. Membuka wawasan, hubungan serta dukungan untuk mencari unit yang akan di sewa dan mudah untuk memasarkan unit kita masing-masing dari berbagai jenis dan tipe kendaraan.

Melalui pertemuan-pertemuan rutin seperti yang diadakan oleh Asperda ini menciptakan standarisasi pelayanan sewa kendaraan dan SOP untuk meningkatkan mutu layanan jasa transportasi. Melalui acara seminar, pelatihan atau talkshow untuk para anggota Arpesda dan pelayanan jasa transportasi serta menghadirkan narasumber yang ahli dalam bidangnya pun dapat meningkatkan pengetahuan wawasan para pengusaha Rental Car (khususnya).

Semoga acara-acara yang lain dapat memiliki manfaat yang kurang lebih sama dengan tujuan Asperda ini. Sukses untuk anggota Asperda se-Indonesia. Salam!

 

Waduk Nglanggeran Wisata Yang Mempesona

Waduk Nglanggeran, Gunung kidul yang merupakan bagian dari Jogja yang terkenal akan wisatanya juga tak mau kalah untuk menyuguhkan tempat – tempat wisata yang baru. Walaupun sebenarnya tuhan sang maha pencipta telah menganugrahkan alam yang indah dan mempesona. Namun untuk memajukan dan mengembangkan destinasi wisata yang berada di kabupaten gunung kidul ini tidak habis akal.

Sebuah danau yang sejatinya merupakan waduk yang digunakan oleh masyarakat sekitaruntuk menampung air hujan. Selain itu di manfaatkan untuk mengairi perkebunan petani pada saat musim kemarau di sulap menjadi sebuah wisata yang membuat kagum banyak orang karena keindahanya. Dan Waduk ini diberi nama yang sekarang ini sangat popular di social media yaitu waduk nglanggeran.

Lokasi Waduk Nglanggeran 

Waduk Nglanggeran sendiri berlokasi di dusun nglanggeran wetan, desa nglanggeran, kecamatan pathuk, kabupaten gunung kidul, daerah istimewa Yogyakarta. Waduk nglanggeran memang bisa dibilang tempat wisata baru karena waduk ini di buka belum lama. Pada tahun 2013 lalu dan di resmikan oleh Sri Sultan Hamengkubuwono X tepatnya di bulan februari tanggal 19. Dengan berkunjung ke waduk ini kalian juga dapat pergi ke tempat wisata yang tak jauh dari tempat ini yaitu gunung api purba.

Lebih uniknya lagi waduk nglanggeran ini di bangun di atas bukit yang bernama bukit gandu. Disana pemandangan yang sangat indah dari gunung api purba, gunung kelir, gunung bocos, gunung buchu, gunung gedhe, dan gunung blencong dapat di saksikan di waduk glanggeran.
Untuk menuju lokasi Waduk Nglanggeran kalian juga akan di suguhi medan yang naik turun namun hal ini tidak perlu dikhawatirkan. Karena jalan yang mulus dan baru membuat kita akan merasa aman untuk melewatinya. Waduk nglanggeran ini memiliki luas sekitar 5000 m2 dan di kelilingi oleh kebun buah. Buah buahan yang tumbuh disekitarnya antara lain . adalah kelengkeng, durian, dan rambutan.

Musim Kemarau

Sedangkan pada musim kemarau, biasanya air di waduk ini pun digunakan oleh para penduduk untuk mengairi sawah mereka yang berada di kaki bukit. Untuk mengunjungi waduk nglanggeran ini tak butuh kocek mahal. Pengunjung yang datang hanya di minta mebayar biaya retribusi masuk sebesar Rp. 7.000 per kepala jika pagi hari, Rp. 9.000 per kepala. Jika kalian mengunjungi waduk nlganggeran di malam hari dan khusus bagi wisata asing mebayar sedikit lebih mahal yaitu sebesar Rp. 12.000. Biaya retribusi yang tidak mahal. Namun begitu ketika kalian sudah berhasil masuk maka biaya yang anda keluarkan akan terbayar lunas akan indahnya pemandangan yang indah di atas bukit waduk Nglanggeran.

Sehingga bagi kalian yang mengaku sebagai traveler sejati maka wajib untuk kalian menegok keindahan. Mempesonanya dari waduk yang berada di atas bukit gunung gandu ini yang biasa di sebut waduk nglanggeran. Pesan bagi kalian para traveler kita sebagai manusia yang telah di anugrahkan alam yang indah. Yang merupakan maha karya oleh sang maha pencipta maka kewajiban kita pula untuk menjaga lingkungan alam tersebut selalu terlihat asri dan lestari.

 

Wisata Hutan Pinus Pengger Yang Menyejukan Mata

Wisata Hutan Pinus Pengger, Jogja yang terkenal dengan sebutan kota wisata. Tentu tak heran jika jogja menyimpan jutaan tempat wisata yang indah dan bervariasi. Sehingga hal tersebut membuat para traveler baik local maupun dari manca negara menghabiskan waktu liburanya di kota yang berjuluk sebagai kota pelajar ini. Beberapa tempat wisata yang popular seperti Candi Borobudur, Candi Prambanan, Pantai Parang Tritis dan beberapa tempat wisata lainnya yang ada di jogja, bahkan kepopularan akan keindahanya sudah terdengar di telinga orang – orang luar negeri. Sehingga tidak heran jika kalian berkunjung ke tempat tempat tersebut kalian akan banyak menemui turis dari berbagai negara di penjuru dunia.

Bantul yang merupakan salah satu kota kabupaten yang terletak di bagian selatan di wilayah Provinsi Yogyakarta dan juga bisa dikatakan bagian dari Jogja juga menyimpan jutaan tempat wisata. Salah satunya adalah Wisata Hutan Pinus Pengger yang menjadi primadona wisata bantul. Wisata Hutan Pinus Pengger ini yang tepatnya berada di bukit Panguk dan juga merupakan daerah pegunungan maka pinus pengger memiliki banyak sekali spot – spot yang sangat bagus untuk berfoto dan berselvi ria. Dengan latar belakang pemandangan alam yang indah tentu sangat pantas untuk dipamerkan kepada teman – teman anda dengan mengunggah ke akun isntagram atau facebook anda.

Wisata Hutan Pinus Pengger sendiri berlokasi tepat di bukit Panguk kecamatan Dlingo kabupaten Gunung Kidul yang mana berbatasan dengan wilayah kecamatan Pathuk Gunung Kidul. Sebernarnya Hutan Pinus Pengger ini buka tempat wisata yang baru di Bantul. Sudah hampir dua tahun tempat ini dikelola hingga akhirnya menjadi popular dan banyak di perbincangkan di media social. Selain karena keindahan alam yang dapat kita lihat dari atas bukit di hutan pinus pengger ini juga mempunyai keistimewaan yang menjadi daya Tarik utama. Keistimewaan tersebut adalah banyaknya Spot foto selfi yang sangat unik yang di sediakan oleh pengelola tempat wisata pinus pengger ini . hal ini di karenakan pengelola sangat rajin dan kreatif membuat spot selfi yang baru dan kekinian.

Di Wisata Hutan Pinus Pengger ini kalian dapat berkunjung sewaktu – waktu baik malam atau siang. Jika kalian berkunjung malam maka kalian akan mendapatkan bonus plus yaitu pemandangan yang plus dan passtinya juga hasil foto yang plus. Ketika malam pemandangan gemerlapnya lampu-lampu di kota jogja yang menjadi latar belakang spot foto hal inilah yang menjadi bonus anda jika datang berkunjung waktu malam. Hal itu juga sangat berpengaruh terhadap wisata hutan pinus pengger sendiri yang selalu ramai pengunjung baik siang atau pun malam.

Spot Foto yang unik dan tersebar di sekitar tempat wisata hutan pinus pengger diantaranya : Gardu Pandang Di Pohon Pinus, Jembatan Pohon, Rumah Indian, dan Tangan Raksasa. Nah dari sekian spot foto yang popular Tangan Raksasa lah yang menjadi primadona banyak orang untuk berfoto di sana. Apalagi ketika malam hari semakin indah karena setiap ujung jari raksasa itu ada lampu yang menyorot ke arah sentris yang membuat efek foto yang sangat indah dan elok.

Pantai Indrayanti dan Pantai Baron Yang Indah

Pantai Indrayanti dan Pantai Baron, Bagi kalian yang sukanya basah-basahan tentu kalian cocoknya berlibur ke Pantai Indrayanti dan Pantai Baron untuk bermain atau hanya sekedar untuk menikmati hawa segar pantai. Rekomendasi tempat wisata pantai memang di Indonesia sendiri sangat banyak referensinya. Namun beberapa tempat yang bagus tentu berada di jogja di antaranya. Kalau pantai Parangtritis sih memang sudah terkenal namun untuk pasti banyak yang sudah bosan. Referensi lainya yaitu Pantai Indrayanti dan Pantai Baron yang sebenarnya juga tidak kalah indah dan populernya dengan pantai Parangtritis. Selanjutnya kita akan sedikit membahas beberapa informasi tentang kedua pantai tersebut yaitu Pantai Indrayanti dan Pantai Baron.

Pertama kita bahas terlebih dahulu tentang pantai indrayanti tidak jauh berbeda tengan tempat lain namun di pantai ini memiliki unggulan pantainya yang bersih. Nama dari pantai ini sedikit berbeda dengan pantai yang lain yang biasanya menggunakan nama tempat pantai, namun pantai indrayanti menggunkan nama yang diambil dari nama restoran dari nama restoran yang berada tak jauh dari dari pantai ini. Hal ini dikarenakan restoran ini sangat dikenal pengunjung dan seolah menjadi landmark tempat ini. Untuk lokasi pantai indrayanti sendiri berada di area wisata panti gunung kidul dan letaknya juga tak berjauhan dengan pantai lain seperti pantai po tunggal, pantai sundak, ataupun pantai krakal. Untuk jarak dari pusat kota jogja sekitar kurang lebih 66 km dengan waktu tempuh sekitar 2 jam. Walaupun jalan dan medan yang dilalui lumayan ekstrem yaitu naik turun tapi untuk jalannya sendiri lumayan mulus dan bagus sehingga perjalan tetap terasa nyaman. Untuk biaya retribusi masuk ke pantai ini sebesar Rp. 10.000,-. Mungkin itulah sekilas tentang Pantai Indrayanti dan Pantai Baron.

Kedua adalah Pantai Baron, Pantai Baron ini juga merupakan wisata pantai yang letaknya di gunung kidul atau lebih tepatnya di Rejosari, Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Untuk ke lokasi ini kalian harus menempuh jarak kira – kira sekitar 40 km dan memakan waktu perjalanan kurang lebih 1 jam, hal ini jika di hitung dari pusat kota jogja. Pantai Indrayanti dan Pantai Baron Agar dapat masuk ke lokasi pantai baron ini kalian harus merogoh kocek yang sangat murah yaitu Rp. 10.000 per orang dan jika anda membawa kendaraan sendiri kalian juga akan kena biaya parkir sebesar Rp. 5.000 untuk kendaraan roda empat dan Rp. 2.000 untuk kendaraan roda dua. Untuk objek wisata yang dapat kita nikmati di pantai ini kalian akan menemui teluk dan sungai air payau yang terlihat segar dan jernih sehingga cocok untuk digunakan bermain dan basah – basahan di Pantai Indrayanti dan Pantai Baron.

Selain itu spot wisata yang menarik dan tidak dimiliki pantai lainnya. Di sini kalian akan mendapati mencusuar yang dapat terlihat dari kejauhan selain anda juga dapat melihat pantai yang ndah dari ketinggian di atas mencusuar ini. Kapal nelayan yang berlabuh disekitar area pantai dapat anda jadikan spot untuk sekedar selfi untuk mengabadikan moment yang indah di pantai ini. Agar kunjungan anda tidak terasa kurang makan disini juga menyediakan kuliner yang beraneka untuk kalian nikmati. Segera kunjungi Pantai Indrayanti dan Pantai Baron

Candi Raksasa Borobudur Yang Mendunia

Candi Raksasa Borobudur, Siapa sih yang tidak kenal dengan Candi Budha yang di nobatkan sebagai salah satu keajaiban dunia yang merupakan kepunyaan bangsa kita tercinta, Negara Kesatuan Republik Indonesia. Candi Borobudur sendiri sangat terkenal di dunia bahkan lebih terkenal dari artis Indonesia yang sekarang lagi booming dadakan yaitu Bowo Tik Tok. Mungkin banyak yang heran kenapa sih Borobudur masuk dalam salah satu keajaiban dunia, mungkin kita tidak usah ambil pusing, kita bayangkan aja candi raksasa yang terbuat dari batu yang sangat besar kalau dengan nalar bagaimana cara membuatnya padahal candi ini di buat oleh para penganut Buddha Mahayana pada sekita abad ke 8 masehi pada masa pemerintahan wangsa Syailendra yang mana belum ada alat – alat canggih dan modern seperti sekarang ini. Selain Itu ternyata Candi Raksasa Borobudur merupakan candi atau kuil Buddha terbesar di dunia.

Candi Raksasa Borobudur yang terletak di Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Indonesia Ini ternyata dapat di ketahui bahwa ini merupakan candi Buddha karena di lihat dari bentuk Stupa yan berbentuk bulat layaknya candi budha lainya. Untuk Candi Borobudur sendiri mempunyai teras yang berbentuk bujur sangkar sebanyak enam dan di atasnya terdapat tiga pelataran melingkar. Dinding dari candi Borobudur memiliki relief yang banyak sekali dan merupakan koleksi relief buda terbanyak di dunia. Yairu sebanyak 2.627 panel relief dan aslinya terdapat 504 arca budha. Yang menjadi misteri untuk candi Borobudur sendiri yaitu mengenai siapa pendiri candi Borobudur dan apa tujuan awalnya membangun candi ini sehingga banyak beredar cerita rakyat sentempat yang mengisahkan candi Borobudur.

Berbicara masalah sejarah candi Borobudur tenyata candi Borobudur sempat tersembunyi dan terlantar selama beberapa abad. Candi Raksasa Borobudur terkubur di bawah lapisan tanah dan debu vulkanik yang kemudian ditumbuhi pohon dan semak belukar sehingga Candi Raksasa Borobudur saat itu benar – benar menyerupai seperti bukit. Tidak diketahui juga kenapa Candi Borobudur ini ditinggalkan dan di biarkan tidak terawat. Diperkirakan ketika terjadi letusan gunung merapi yang amat dahsyat sehingga memaksa empu sendok memindahkan ibu kota kerajaan medang ke kawasan jawa timur dan Borobudur ditinggalkan. Namun hal ini juga belum pasti.

Jika kalian merupakan traveler sejati tentu wajib bagi kalian mengunjungi Candi Raksasa Borobudur selain akses wisata yang terbilang sangat mudah karena lokasi tersebut strategis dan tidak jauh dari kota Magelang. Untuk bisa masuk bagi kalian wisatawan lokal kalian harus merogoh kocek yang lumayan terjangkau dan murah untuk kalangan tertentu seperti pelajar atau anak kecil di Indonesia hanya akan membayar uang retribusi masuk sebesar Rp. 12.000 dan orang dewasa sebesar Rp.30.000 untuk wisatawan turis atau asing harus membayar 10$ untuk anak kecil dan 20$ untuk dewasa.

Ketika kalian masuk ke Candi Raksasa Borobudur akan terbayar lunas lelah anda ketika melihat betapa megah nya bangunan bersejarah ini. Kalian juga dapat berfoto dan berselfi ria di sekitar candi Borobudur. Selain itu kalian juga dapat belajar sejarah tentang candi Borobudur dari pemandu wisata yang ada di sana.